7 Cara Memancing Kakap Putih di Tambak


Tambak adalah sebuah kolam buatan yang digunakan untuk membudidayakan ikan oleh para nelayan. Disebut tambak karena biasanya air yang dipakai ini adalah air laut. Untuk mengisi kolam pun tambak ini dihubungkan ke laut, aliran-aliran yang dihubungkan ke laut itu juga bermanfaat buat perkembang biakan ikan supaya cepat besar dengan membuat airnya selalu tetap segar dan sehat untuk ikan.

Yang dipelihara dari tambak ini tak cuma ikan, adapun udang, kerang, rumput laut dan hewan air lainnya. Kakap Putih?

Sebenarnya para nelayan jarang ada yang membudidayakan ikan Kakap Putih di tambak. Mereka lebih banyak memilihara jenis ikan lain seperti ikan Kerapu, ikan Bandeng, Patin, Mujair, dan lainnya.

Lalu bagaimana bisa memancing ikan Kerapu Putih di sana kalau nelayan saja tidak membudidayakan ikan tersebut (sedikit).

Beberapa Ikan Kerapu Putih berenang masuk ke aliran-aliran Tambak tersebut. Mereka menuju ke tambak yang dihuni oleh hewan-hewan air. Entah apa yang mereka lakukan di sana, tapi ikan ini benar-benar ada di tambak. Hidup bersama jenis ikan lain yang dibudidaya.
Entah itu kondisinya ikan yang dibudidaya sudah dipanen atau belum.

7 Cara Jitu Memancing Ikan Kakap Putih

Ada yang bilang memancing ikan Kakap di Tambak adalah hal yang mudah. Itu karena mereka yang memancing tahu keberadaan si Kerapu dan tahu tambak bagian mana yang diisi oleh banyak Ikan Kakap Putih.

Terbilang mudah juga mengingat lingkup dari kolam buatan ini tidak seluas lautan atau sungai, jadi Anda tidak begitu bimbang menentukan tempat memancing dimana.

Kendati demikian, ketahui beberapa cara jitu memancing Ikan Kakap Putih berikut agar Anda semakin mudah mendapatkan ikan tersebut.

1. Melihat kondisi Tambak sebelum memancing

Sebelum memancing, lihat apakah Tambaknya dalam atau dangkal, bagaimana bentuk pintu keluar dan masuk tambak tersebut, ada atau tidak pintu Tambak, dan bagaimana karakteristik hewan Tambak yang dibudidayakan di sana.

Dari situ kalian bisa mengetahui teknik memancing apa yang ingin digunakan, umpan serta kepastian dari keberadaan Kakap Putih itu ada di sana atau tidak.

2. Memilih teknik memancing ikan Kakap Putih

Sekurang-kurangnya ada tiga teknik memancing. Yaitu Teknik Ngocer, Teknik Casting dan Teknik Nutul.

Berikut penjelasannya:

● Teknik Ngocer

Caranya yaitu dengan menggunakan pelampung pancing dan timah yang ditaruh di bawah untuk pemberat.
Teknik ini cocok untuk memancing di tambak yang dangkal, tambak tanpa pintu dan tambak yang tenang.

Caranya cukup lemparkan umpan secara hati-hati ke titik dimana Anda pikir itu ada ikannya.

● Teknik Nutul

Teknik ini cocok digunakan pada tambak dengan kedalaman lebih dari 1 meter, dengan keadaan pintu yang sering dibuka dan ditutup oleh petani tambak. Hal tersebut dapat membuat ikan-ikan kecil maupun udang berkumpul di pintu tambak. Demikian dapat menarik ikan-ikan predator mendekati Tambak tersebut, tak terkecuali ikan tersebut adalah ikan Kakap Putih.

Tekniknya sendiri adalah dengan menaruh kail pada ujung senar dengan timah yang digunakan sebagai pemberat.

● Teknik Casting

Adalah memancing dengan memanfaatkan umpan buatan. Umpan yang dipakai di antaranya bisa menggunakan minnow, soft lure atau pencil.

Teknik Casting cocok digunakan memancing pada beberapa jenis tambak. Jadi coba saja mana yang menurut kalian tepat di antara 3 teknik ini.

3. Menentukan titik kita melempar umpan pancing

Jika Anda memancing di tambak, untuk menemukan titik yang tepat lumayan mudah. Perhatikan saja perairan tambak di depan Anda, jika kalian melihat ada ikan atau udang melompat dari air, itu berarti ada ikan Kakap Putih di sana.
Bisa dikatakan begitu karena ikan atau udang tersebut sedang lari dari kejaran si hewan predator.

Selain itu, Anda bisa melempar kail ke titik-titik tertentu seperti saluran pintu masuk dan keluar tambak, di bawah pohon tumbang dan di bawah tonggak kayu atau bambu.

4. Mengetahui waktu terbaik untuk memancing

Ikan Kakap Putih memiliki jam makan pada waktu siang dan malam. Untuk memancing di tambak sendiri, kita berpatokan pada pasang surut air saja. Bukan berpatok pada jam. Namun untuk waktu memancing, lebih disarankan memancing pada malam hari sebab ikan Kakap Putih akan kesulitan mengetahui keberadaan kita.

Saat air naik, banyak ikan Kakap Putih pergi ke tambak untuk memangsa hewan air yang dibudidayakan di sana. Namun hukum ini cuma berlaku pada tambak yang memiliki pintu keluar.

Sementara tambak yang tidak memiliki pintu keluar, Ikan Kakap Putih hanya ke sana saat air sedang surut.

5. Menggunakan umpan yang tepat

Sekurang-kurangnya ada dua jenis umpan yang bisa Anda gunakan.
Yaitu umpan ikan-ikan kecil seperti ikan gabus, ikan belanak, ikan mujair, ikan lele ikan bandeng, ikan betok dan sebagainya.

Tak hanya ikan, Anda juga bisa memakai udang kecil jenis apa saja. Entah itu udang putih, panami, bago, atau udang tenger. Yang penting udang tersebut hidup, hingga bisa menarik perhatian Ikan Kakap Putih yang melihat.

Tapi lebih disarankan jika memakai umpan udang hidup. Terlebih karena Anda memancing di malam hari. Jenis umpan ini sangat disukai oleh Kakap Putih.

6. Mengetahui ciri-ciri ada ikan mendekat

Ini lah salah satu kegunaan memakai umpan hidup. Anda bisa mengetahui keberadaan ikan dari umpan yang Anda lempar.

Contohnya di sini adalah udang hidup. Saat ada ikan predator mendekat, udang akan terus bergerak meronta ketakutan. Coba rasakan pancing Anda, apakah terasa ada yang bergerak. Jika iya, itu berarti ada ikan Kakap di dekat umpan Anda.
Itu cara mengetahui keberadaan ikan jika kalian memakai teknik memancing dudul.

Kalau Anda menggunakan teknik memancing apung, maka yang harus Anda lihat adalah bagian pelampung pancing. Apakah ada yang bergerak, atau tidak.

Itu lah beberapa cara memancing ikan Kakap Putih yang ada di tambak. Sebagai tambahan, sebaiknya kalian tidak terlalu sering berpindah tempat. Jangan arahkan senter ke arah tambak, jangan hidupkan rokok atau obat nyamuk di dekat tambak.

Dan selamat memancing.

Facebook Comments

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *