7 Cara Menemukan Spot Memancing di Waduk

Sebagian besar waduk dibangun di antara bukit dan gunung-gunung. Dengan kedalaman berbeda mengingat waduk bergantung pada banjir dan kekeringan, maka ketinggiannya pun bervariasai. Waduk memiliki topografi yang rumit untuk dipahami, serta memiliki permukaan yang sangat terbuka dan luas.

Mirip seperti laut atau danau yang luas hanya saja waduk ini air tawar. Serta digunakan oleh warga setempat sebagai persediaan air di musim kemarau.

Sejatinya waduk adalah hasil cipta dari tangan manusia. Alias dibentuk tidak secara alami, namun secara garis besar semua material yang ada di sana berasal dari Tuhan.

Tapi meski begitu, tetap banyak ikan yang hidup di sana. Malah tempat semacam waduk disukai para ikan karena memiliki persediaan makanan yang banyak, suhu air yang mendukung, jernih, kaya akan oksigen.

Namun sayangnya tidak semua spot waduk seperti itu. Tapi kini kalian bisa tahu bagian waduk yang menjadi tempat favorit dihuni banyak ikan lewat penjelasan berikut ini.

1. Bukan di tempat yang dalam maupun dangkal

Ikan tidak hidup di tempat terdalam waduk, maupun di perairan dangkal. Kalaupun ada itu paling sedikit. Karena pada perairan dangkal, mereka takut dengan gangguan manusia. Dan jika memancing di perairan terdalam, tidak cukup tersedia banyak makanan, dan ikan harus melawan arus tinggi air waduk. Jadi hindarilah spot memancing di tempat tersebut.

Waduk sangatlah luas, mereka memiliki banyak jenis ikan hidup dan tersebar di tempat tersebut. Karena tidak ada yang memberi makan atau umpan, ikan mencari makanannya sendiri dari plankton-plankton yang hidup di perairan.

2. Memancing ikan di lereng yang landai

Tempat ini dihuni banyak mikroba, membuat ikan bisa menemukan spot yang tepat untuk melakukan perkembangbiakan.
Selain memancing di lereng yang landai, adapun cekungan datar dan persimpangan parit yang dihuni banyak bebatuan menjadi tempat favorit ikan berkumpul.

Banyak makanan tersedia di sana, serta memiliki keberadaan yang jarang disadari manusia hingga bisa jauh dari gangguan.
Tempat tersebut sangat subur, dan bisa dijadikan sebagai tempat ikan menyimpan makanannya.

3. Di bagian waduk teluk

Di tempat tersebut, tersebar banyak ikan yang hidup dan mencari makan di sana. Apalagi jika di sepanjang sisi teluk terdapat tanaman-tanaman seperti pohon ataupun semak-semak yang bisa memberikan pasokan oksigen untuk ikan hidup.

Dan makin banyak ikannya saat Anda memancing di bagian parit pada teluk. Parit kaya akan makanan, memiliki air yang jernih, oksigennya tinggi, suhu airnya cocok dengan tubuh ikan. Tak ayal banyak ikan tertarik diam di situ.

4. Memancing dekat dengan tanaman air waduk

Biasanya tempat ini terletak di perairan dangkal. Tapi karena ada tanaman air yang melindungi, ikan tak begitu takut karena merasa aman dari gangguan manusia.
Di tanaman-tanaman air tersebut, ikan bisa menemukan plankton atau mikroba kecil yang banyak.

Selain itu beberapa ikan menaruh telurnya pada akar tanaman-tanaman air tersebut.

5. Spot memancing yang tepat saat level air waduk turun

Ada beberapa penyebab kenapa levek air pada waduk berkurang. Biasanya dilakukan untuk menghindari banjir, maka mereka menurunkan level air untuk dialirkan ke suatu tempat, atau mengikuti kebutuhan warga saat itu untuk berbagai kegiatan.

Ikan yang ada di waduk sangatlah pintar. Ketika air waduk turun, maka ikan secara otomatis pergi ke bagian waduk terdalam. Di bagian itu, ikan bisa bersembunyi dari tangkapan manusia.

Anda butuh perahu untuk menggapai spot itu. Karena sejatinya memancing ikan di air yang dangkal sangat minim sekali peluang dapat ikannya.

6. Saluran masuk dan keluar waduk

Tempat tersebut adalah tempat terbaik dan tempat paling mudah untuk Anda tempuh. Kalian bisa berdiri di pembatas aliran itu dan melemparkan kail pancing di sana.

Sebagian besar ikan memiliki tujuan pergi ke hulu.
Ditambah lagi kalau tempatnya banyak dihuni bebatuan atau sedimen. Berarti ada banyak ikan besar maupun kecil hidup di sana.

Tempat keluar masuknya air ini menjadi tempat para ikan predator memangsa ikan-ikan kecil. Di tempat tersebut sangat bagus memancing ikan-ikan besar memakai umpan alami.

7. Memancing ikan di perbatasan air

Perbatasan air ini digunakan warga untuk memberi jarak antara waduk dengan air dangkal dan waduk dengan air dalam. Tempat itu banyak dihuni ikan-ikan kecil.
Yang mana banyak ikan predator tertarik mencari mangsa di sana.

Anda bisa mendapatkan ikan-ikan kecil, juga bonus dengan mendapatkan ikan besar.

Itu lah beberapa tempat memancing yang bisa Anda diami saat memancing di waduk. Selain memikirkan tempat, ketahui juga beberapa umpan yang ikan-ikan waduk sukai.

Berikut daftarnya :

  • Ikan Nila: cacing posphor (adalah cacing yang memiliki ciri khas mempunyai gelang putih di bagian leher), lumut sawah halus, pelet lele dengan dikombinasikan bersama terasi dan santan kelapa
  • Ikan Tawes: jagung muda yang dikukus dan daun kangkung atau sesuatu yang beraroma segar
  • Ikam Mas/Tombro: kroto
  • Ikan Gurame: ulat, larva kroto, daun pisang, kangkung, cacing dan lain-lain
  • Ikan Bawal: cacing dan lumut sawah halus
  • Ikan Lele: jangkrik, ulat bambu, katak kecil, ikan kecil dan cacing gelang
  • Ikan Nilem: lumut sawah halus dan cacing posphor
  • Ikan Patin: ulat bambu, katak kecil, cacing gelang, jangkril, dan ikan-ilan kecil

Saat memancing, juga pedulikan waktu. Sebaiknya memancing pada waktu sore atau pagi hari. Selain bisa menghirup udara segar, Anda bisa memperoleh ketenangan dari kegiatan memancing kalian.

Dapat ikan atau tidak, yang penting hati tenang dan puas.

Facebook Comments

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *