Bentuk Kerusakan Laut dan Cara Mengatasinya


Bentuk Kerusakan Laut dan Cara Mengatasinya

BENTUK KERUSAKAN DAN CARA MENGATASINYA – Laut merupakan sumber daya alam yang berpotensi untuk kesejahteraan manusia. Jika kekayaan laut tidak diurus maka akan rusak dan kerusakan laut perlu diatasi dengan berbagai cara.

Seperti kita ketahui bersama, negara kita yaitu Indonesia, menurut koreksi PBB tahun 2008, Indonesia merupakan negara terlantar keempat di dunia setelah Amerika Serikat (Alaihi Salam), Kanada.


Wilayah pesisir merupakan pembatas antara perairan darat dan laut. Panjang garis pantai ini diukur mengelilingi seluruh pantai yang merupakan wilayah teritorial suatu negara.

Garis pantai merupakan batas pertemuan antara laut dan daratan pada saat air pasang tertinggi. Garis laut dapat berubah karena abrasi, yaitu erosi pantai akibat dampak gelombang laut yang menyebabkan berkurangnya luas daratan.


kerusakan laut

 

Terumbu karang juga merupakan pemecah gelombang alami, sehingga sangat perlu dilakukan konservasi dan pengembangan dalam menjaga garis pantai. Untuk mengatasi abrasi / erosi garis pantai akibat gelombang / ombak dapat digunakan pemecah gelombang yang berfungsi untuk memantulkan kembali energi gelombang. Mangrove dapat membantu mengatasi ombak dan juga bermanfaat bagi kehidupan hewan dan tempat berkembang biak bagi ikan tertentu.

Indonesia juga merupakan negara kepulauan. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar karena memiliki lebih dari 18.000 pulau, sehingga Indonesia memiliki banyak pantai dan lautan. Luas laut kedaulatan 3,1 juta km2 dan luas laut ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) 2,7 juta km2.

BENTUK KERUSAKAN LAUT

KERUSAKAN LAUT

a. Abrasi

Ada proses erosi pantai oleh gelombang laut yang merusak dan arus laut. Abrasi biasanya disebut dengan erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi tersebut dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam pesisir. Meski abrasi bisa disebabkan oleh gejala alam, manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi.

b. Kerusakan terumbu karang

Ada kelompok hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Terumbu karang termasuk dalam filum Cnidaria, kelas Anthozoa yang memiliki tentakel. Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip.

Dalam bentuknya yang paling sederhana, karang hanya terdiri dari satu polip yang memiliki bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh tentakel.

c. Pencemaran Air Laut. Pencemaran Air Laut

Terjadi perubahan keadaan air laut akibat ulah manusia. Lautan merupakan bagian penting dari siklus hidup manusia dan merupakan bagian dari siklus hidrologi. Sementara air mengalir juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia.

KONDISI KERUSAKAN LAUT

Selama bertahun-tahun, pencemaran laut tidak dipedulikan oleh masyarakat karena volume air laut yang besar, dan kemampuannya untuk mengencerkan segala jenis zat asing sehingga tidak menimbulkan dampak yang sama.

Karena itu, laut dianggap sebagai tempat pembuangan limbah. pandangan itu mulai berubah secara bertahap. Hal ini disebabkan karena alasan lain, karena limbah yang dibuang ke laut semakin banyak konsentrasinya, sehingga terjadi pencemaran lingkungan dalam skala lokal.

DAMPAK KERUSAKAN LAUT

dampak kerusakan laut

a. Pertumbuhan fitoplangkton laut akan terhambat terutama karena adanya senyawa toksik dari komponen minyak bumi, jika jumlah fitoplangkton berkurang maka populasi ikan, udang, kerang dan biota laut lainnya akan menurun. Berbagai dampak akibat kerusakan lautan antara lain:

b. Meskipun terdapat biota laut, ikan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein penduduk.

c. Terjadi penurunan populasi alga dan protozoa.

d. Biota laut, khususnya berbagai jenis ikan, akan diracuni oleh kerusakan hayati laut.

e. Perubahan estetika di laut.

f. Tingkat pendapatan nelayan menurun.

CARA MENGATASI KERUSAKAN LAUT

Adapun cara mengatasi kerusakan di laut, adalah sebagai berikut:

a. Penanaman pohon bakau yang berfungsi sebagai penahan agar tidak terjadi abrasi dan juga tempat berkembang biak ikan.

b. Pembakaran in-situ yaitu pembakaran minyak di permukaan laut mempermudah pemompaan minyak dari permukaan laut.

c. Bioremediasi, yaitu proses mendaur ulang semua bahan organik.

d. Minyak pencuci, yang membersihkan lautan minyak yang tumpah. ‘

e. Penangkaran terumbu karang agar terumbu karang semakin banyak, dengan kondisi seperti itu di bawah laut akan menjadi indah kembali.

CARA MENCEGAH KERUSAKAN LAUT

Adapun cara mencegah kerusakan di laut, adalah sebagai berikut:

a. Jangan membuang sampah ke laut atau pantai.

b. Jangan membuang jangkar di pantai, karena pantai ini banyak di huni oleh terumbu karang.

c. Jangan menangkap ikan menggunakan bom ikan.

d. Jangan merusak terumbu karang dengan cara mengambilnya untuk dijadikan koleksi.

e. Jangan menggunakan pestisida buatan, tidak peduli seberapa jauh lokasi pertanian, seperti dari laut, residu kimiawi dari pupuk dan pestisida buatan pada akhirnya akan terbuang ke laut juga.

f. Jangan melakukan penambangan dengan cara merusak ekosistem laut.

LARUTAN

Adapun solusi untuk menanggulangi kerusakan di laut yaitu:

a. Memberikan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui pentingnya menjaga ekosistem di laut.

b. Melaksanakan rehabilitasi atau reboisasi hutan bakau (mangrove), restorasi terumbu karang, dan penataan ruang pulau-pulau kecil secara terpadu.

c. Penataan dan perlindungan daerah tangkapan ikan nelayan setempat.

d. penataan dan pengendalian penambangan pasir pantai

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *