Masalah Dalam Pembangunan Perikanan Laut


Masalah Dalam Pembangunan Perikanan Laut

Perikanan Merupakan Salah Satu Sektor Yang Sangat Penting

Masalah Dalam Pembangunan Perikanan Laut

Indonesia yang terkenal dengan kekayaan lautnya masih terus berupaya menjadikan laut sebagai penopang ekonomi bangsa. Dimana saat ini kemajuan di bidang kelautan dan perikanan masih belum terlalu terlihat.


Perkembangan perikanan yang lambat

Lambatnya atau masih terabaikannya kemajuan dan pembangunan di bidang perikanan laut disebabkan oleh banyak kendala, dimana menurut A.Nontji (1997) berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan perikanan laut:

a. Kondisi geografis


Perairan Indonesia yang luas dan terletak pada posisi persilangan antara dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, dan diantara dua benua yaitu benua Australia dan Asia merupakan wilayah yang rentan dalam hal HANKAMNAS dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Kondisi geografis dengan banyaknya pulau yang tersebar di seluruh perairan Indonesia membutuhkan sarana transportasi laut. Dimana sarana transportasi laut ini sangat penting dan diperlukan untuk menunjang pembangunan ekonomi,

Dengan harapan hubungan Luth memegang peranan yang sangat penting yang kini dirasa masih menjadi kendala tersendiri.

b. Sarana dan prasarana

Keterbatasan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung pembangunan menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi (khususnya wilayah timur Indonesia).

Pembangunan infrastruktur yang lengkap akan memacu perkembangan pembangunan kelautan yang merupakan salah satu pintu sukses pembangunan. Peralatan dan fasilitas fisik laut yang terbatas mengurangi keefektifan kegiatan eksplorasi dan penelitian laut.

c. Aktualisasi pemanfaatannya tidak merata dan tidak seimbang

Sebagian besar aktivitas penangkapan ikan di laut masih berputar di sekitar perairan pesisir yang padat penduduk. Dengan itu pemanfaatan sumber daya perikanan laut belum merata di seluruh Indonesia.

Khusus untuk perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) masih sangat sedikit yang dilakukan sehingga memprovokasi illegal fishing oleh kapal asing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

d. Komitmen Pemerintah

Komitmen dan kelancaran dukungan dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, untuk situasi pembangunan merupakan faktor kunci keberhasilan pembangunan.

e. Kualitas Sumber Daya Manusia

Rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat laut disebabkan rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM).

Konsekuensi atau dampak yang diakibatkan oleh kurangnya sumber daya manusia terungkap dari akses masyarakat terhadap sumber daya laut dan masih rendahnya penguasaan teknologi kelautan.

f. Sains dan Teknologi (Sains dan Teknologi)

Peran iptek dalam memanfaatkan potensi sumber daya laut secara efisien dan berkelanjutan masih jauh tertinggal.

Dengan luasnya wilayah laut Indonesia dan keberadaan sumber daya alam, baik di laut maupun di dasar laut, sudah pasti kita memanfaatkan keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sistem pemantauan dan pemetaan sumber daya alam di laut sudah tidak bisa lagi menggunakan teknologi konvensional.

MASALAH PEMBANGUNAN PERIKANAN LAUT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *