Mengenal Ikan Louhan Kamfa dan Ciri-Cirinya


Mengenal Ikan Louhan Kamfa dan Ciri-Cirinya

Sekitar tahun 2000-2001, spesies ikan Kamfa Louhan muncul. Dan merupakan hibrida dari jenis louhan yang disilangkan dengan spesies dari genus Vieja atau dengan burung beo cichlid / perrot. [1] Perkawinan silang ini membawa serta beberapa ciri baru, seperti mulut pendek, ekor melingkar, mata cekung, dan jenong yang lebih besar. Melihat hal tersebut, para pembudidaya ikan cencu louhan mulai melakukan linebreed kembali dan mengakselerasinya agar ikan cencu yang dihasilkan lebih berwarna sehingga mampu bersaing dengan ikan louhan kamfa.

Nenek moyang louhan kamfa inia ini adalah ikan Vieja, ini merupakan genus atau kelompok ikan dari famili cichlid di benua amerika yang berukuran relatif besar terdiri dari beberapa spesies diantaranya. Dulunya termasuk dalam genus cichlasoma


Ikan horn bunga kamfa ini dikenal lebih agresif / galak dibanding jenis louhan lainnya. Kamfa juga menyukai air tua / air yang telah diendapkan / dibiarkan setidaknya selama 24 jam. Dengan pH ideal 7,5 dan suhu hangat 26-28 derajat.

Pada awal kemunculannya ikan louhan kamfa atau chingwa memiliki mutiara yang jelek namun sekarang berkat breeder yang handal melalui kawin silang, akhirnya ikan louhan kamfa memiliki mutiara yang sangat bagus.


Jenis kamfa ini adalah ikan louhan kamfa dengan sedikit mutiara bahkan beberapa diantaranya hampir seluruhnya tanpa mutiara. Karena ada satu kelas louhan yang bertanding yaitu kelas louhan klasik maka keberadaan ikan louhan kamfa klasik ini tetap terjaga. Bahkan ada yang memiliki harga yang lumayan tinggi.

Selain memiliki mutiara yang jauh lebih bagus dari generasi sebelumnya, Louhan Kamfa juga memiliki kepala yang lebih besar.

Ada beberapa ciri louhan kamfa dari jenis louhan cencu, namun sekarang fitur ini semakin menipis seiring dengan perbaikan ciri-ciri pada setiap jenis louhan terutama kualitas louhan kelas lomba. Meski begitu secara umum ciri-ciri ikan louhan kamfa ini adalah:

Tidak ada tanda di kepala (tidak mutlak)

Ikan Louhan Kamfa

Dalam louhan kamfa bentuk tubuh relatif disebut dengan istilah “ngotak” yang mengacu pada bentuk tubuh ikan yang terlihat berbentuk kotak.

Bentuk ekor seperti kipas; berlabuh dengan sirip; Sejak kecil, Louhan Kamfa sudah memperlihatkan siripnya yang kaku dan lebar serta selalu berdiri saat beraktivitas.

Pada bagian ekor, ekor kamfa mengembang berupa kipas dan sirip bawah lebar lebih dekat ke ekor, semakin besar maka semakin rapat disebut tail wrap (tutup sirip).

Louhan King Kamfa atau KKF merupakan pengembangan dari Louhan Kamfa dari breeder Thailand. Nama raja mengacu pada kualitas ikan yang super. Di Louhan king, kamfa jenong jauh lebih besar dan memiliki lebih banyak mutiara. Banyak penjual ikan louhan yang “nakal” melabeli ikannya dengan nama Kingkamfa untuk meningkatkan daya jualnya.

Jenis louhan kamfa ini lebih sulit diternakkan karena ikan jantan dari Kamfa Louhan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai kematangan seksual, yaitu sekitar 1,5-2 tahun dan diketahui ada beberapa yang mengalami masalah kesuburan terutama untuk jantan. Meski belum bisa dipastikan, dari banyak kasus tanduk bunga jantan bermata merah atau kuning cenderung lebih subur atau subur dibandingkan dengan yang bermata putih. Selain itu ikan louhan kamfa jantan juga dikenal memiliki temperamen yang galak terhadap betina, oleh karena itu perlu usaha ekstra untuk membudidayakan kamfa louha.

Juara Galeri Ikan Kamfa Louhan

Ikan Serian Kamfa Louhan dan anakan / mahakarya kualitas terbaik

Sebenarnya sangat sulit untuk menentukan kisaran harga ikan louhan karena banyaknya faktor yang mempengaruhinya. Diantaranya adalah faktor kualitas louhan. Tentunya yang menjadi tolak ukur kualitas dalam hal ini adalah kriteria ikan untuk beradaptasi dengan perlombaan ikan louhan.

Harga louhan kamfa / king kamfa import bisa jauh lebih mahal. Saat artikel ini ditulis untuk benih ukuran + – 3cm, pembelian acak bisa mencapai sekitar 200 ribuan. Pembelian acak atau acak seperti menguji keberuntungan Anda, terkadang kita beruntung mendapatkan yang baik, tetapi bisa juga menjadi nasib buruk untuk mendapatkan yang buruk.

Untuk louhan ukuran 6-7 cm harga kamfa / king kamfa kualitas bagus dari thailand bisa mencapai diatas jutaan tergantung kualitasnya. Seri kamfa impor yang terkenal termasuk 9.9 serian, take 5 series, red berry serian dll.

Sekali lagi, banyak hal lain dalam menentukan harga louhan sehingga harga louhan akan sangat dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satu faktor tersebut adalah nama serian. Nama serian diberikan oleh penangkar atau pembudidaya louhan untuk louhan. Semakin dikenal kualitasnya maka louhan dengan nama serian tersebut akan semakin mahal harganya.

Untuk kamfa louhan lokal, seri Kamfa Dragon (KD) – peternak Yosa Santosa Jumharto – memiliki kualitas yang baik.

Dianjurkan untuk bergabung dengan grup Facebook Louhan. Di grup louhan anda bisa mendapatkan banyak sekali ikan louhan yang di jual baik secara lelang maupun langsung. Untuk melakukan pembelian secara berkelompok sebaiknya berhati-hati karena walaupun sebagian besar penjual di kelompok Louhan adalah sah atau terpercaya, ada beberapa orang yang melakukan penipuan. Bisa tanya ke admin grup tentang verifikasi seller atau bisa pakai akun bewaa yang biasa dipakai grup. Metode pelelangan memungkinkan kami mendapatkan ikan dengan harga yang bagus.

Meski tidak semua louhan impor bagus, beberapa ikan louhan kamfa impor, terutama dari Thailand, memiliki kualitas terbaik. Yang terkenal adalah seri 9.9, Berry merah, Take5, V8, Mongkol dan banyak lagi.

Merupakan varian dari jenis louhan kamfa yang berasal dari Thailand. Kata raja mengacu pada kualitas super louhan.

Louhan Super Red King Kamfa

red king kamfa

Louhan Kamfa – King Viper Series

louhan kamfa king viper

Louhan Kamfa – Tiger King Series

louhan kamfa tiger king

Mengenal Kamfa F0, F1, F2, F3

Pedoman Kriteria kontes louhan di Indonesia diatur oleh Perhimpunan Pecinta Louhan Indonesia, yang mencakup :

A. Overall Impresion

1. First Impresion

–  Menarik perhatian pada pandangan pertama ( enak dilihat dan proporsional) dikarenakan memiliki susunan morfologis yang lengkap

–  Memiliki keistimewaan ata kelebihan ikan pada umumnya

2. Mental & Keaktifan Ikan

–  Ikan tidak takut didekati

–  Ikan tidak terlalu oer agresif (akan sulit untuk dilihat keindahan ikan tersebut)

–  Mau diajak bermain / atraktif sendiri ( menguasai teritorialnya)

–  Mempunyai gaya renang yang menawan

3. Kesehatan

–  Kutil, bisul, luka kecil, fin tail sobek & geripis, hole in the head, white spot, elet, white shit, fungus, cloudy eyes, pop eyes, duck lips, bloating, swim bladder ( mengurangi point)

B. Head

Bentuk / Shape dan Proporsional Jenong

– Bentuk terbaik : menyerupai bulatan bola dilihat dari depan dan samping

– Bentuk baik : swan head, menonjol ke depan dan melebar ke samping

– Bentuk kurang baik : tidak simetris ( kecil, kurang melebar ke samping, kurang menonjol ke depan & tidak menonjol ke atas)

C. Face

1. Muka   –  Tidak berkerut / tidak banyak lipatan, tidak berair mata ( marking di bawah mata)

–  Tidak kotor & marking yang masuk ke muka ikan dianggap kotor

–  Daging pipi tidak terlalu menonjol di bagian tengah pipi

–  Daging pipi harus seimbang

–  Muka tidak miring

2. Tutup Insang

–  Tertutup rapat

–  Tidak ada cacat

–  Tutup insang buka tutup secara normal

3. Mata

–  Bersih, tidak ada flek / bercak

–  Bentuk mata bulat, kiri dan kanan seimbang serta pupil hitam dan bulat

–  Mata sejajar dengan permukaan muka

4. Mulut /  Bibir

–  Bibir tipis dan rata atas dengan bawah

–  Mulut tidak panjang / monyong

–  Mulut tidak miring

–  Mulut tidak jatuh

–  Mulut bisa buka tutup secara normal

D. Body shape

1. Proporsional Panjang & Lebar

– Terbaik dengan perbandingan 1:1,6 dari ujung mulut sampai ujung pangkal ekor

– Perbandingan lebih dari 1:1,6 itu lebih baik jika dibandingkan dengan yang kurang dari 1:1,6 secara proposional

– Khusus bonsai terbaik dengan perbandingan 1:1 dari ujung mulut sampai bagian dalam pangkal ekor

2. Postur & Bentuk

– Terbaik adalah bentuk kotak & simetris

– Bentuk daun simetris

– Bentuk body yang kotak dan daun tidak simetris antara punggung dan perut tetapi ujung body masih simetris antara atas dan bawah

– Bentuk segitiga simetris

– Bentuk segitiga tidak simetris antara punggung dan perut tetapi ujung body masih simetris antara atas dan bawah

– Bentuk body yang pada bagian ujungnya tidak simetris antara atas dan bawah

– Khusus bonsai terbaik adalah berbentuk menyerupai lingkaran

– Postur ikan yang ideal memiliki ketebalan yang cukup

3. Pangkal Ekor

Terbaik adalah :

a. Lurus sejajar dengan badan

b. Sisi kiri & kanan memiliki ketebalan yang sama

c. Tidak naik / turun

d. Lebar & tebal

e. Proporsional dengan body

E. Marking

1.     Fullness

Penilaian dimulai dari pangkal ekor hingga belakang tutup insang. Berdasarkan marking tengah saja

2.     Kontras Warna

Warna marking hitam pekat

3.     Kerapihan & Keseimbangan

Memiliki jumlah / panjang , bentuk , jarak yang sama dan seimbang baik dari sisi kiri maupun kanan

4.     Bentuk

•    Flower

•    Spidol

•    Grafik

•    Variant blocking

•     Full blocking

F. Colour

1.Kecerahan warna

– Warna merah, orange, kuning, memiliki nilai yang sama apabila mempunyai kecerahan yang sama

2. Komposisi warna

a. Terbaik adalah memiliki lebih dari 2 kombinasi warna gradasi

b. Gradasi 2 warna :

i.   Mempunyai perbandingan gradasi warna ± 50 : 50

ii.  Mempunyai perbandingan gradasi warna ± 25 : 75

iii. Mempunyai perbandingan gradasi warna ± 75 : 25

Angka perbandingan mulai ujung mulut hingga pangkal ekor

c. Satu warna solid

d. Kombinasi 2 warna terputus

i.   Mempunyai perbandingan kombinasi warna ± 50 : 50

ii.  Mempunyai perbandingan kombinasi warna ± 75 : 25

iii. Mempunyai perbandingan kombinasi warna ± 25 : 75

Angka perbandingan mulai ujung mulut hingga pangkal ekor

e. Satu warna terputus

3. Fullness

– Total warna dari ujung mulut hingga pangkal ekor

Finnage

1. Ekor ( Bentuk, Kerapihan & Bukaan)

– Terbaik adalah bukaan & kekakuan ekor seperti kipas cina

– Bentuk ekor tidak lonjong

– Rapih dan tidak ada penyakit

2. Sirip punggung ( Dorsal Fin ) & Sirip Bawah ( Anal Fin )

– Terbaik adalah mengunci . menutup rapat dengan ekor

– Ujung sirip tidak panjang melebihi ekor

– Sirip dorsal & anal harus seimbang

– Rapih dan tidak ada penyakit

3. Sirip dayung & Sirip Dada ( Pelvic Fin )

– Tulang rawan sirip dayung & pelvic harus lurus

– Sirip dayung harus lurus di tengah badan dan tidak mengarah ke atas maupun ke bawah

– Sirip dada sama panjang & lebar

– Rapih dan tidak ada penyakit

4. Motif

– Memiliki motif dan warna

ATURAN TAMBAHAN :

Klasik

1.   Mutiara shining tidak melebih dari 25%

2.    Mutiara maksimal 50%

3.   Pembungkus marking tidak dianggap sebagai mutiara

4.  Pembungkus marking dianggap mutiara apabila warna hitam atau abu-abu marking telah hilang

5.  Bentuk hologram tidak dipermasalahkan

6.  Ikan yang memiliki persyaratan di atas baik Cencu maupun Ching Hwa bisa masuk kelas klasik

Free Marking

Yang menjadi tolak ukur adalah marking tengah :

1. Semua bentuk marking harus di bawah setengah badan

2. Semua titik hitam pada bagian tengah badan dianggap marking

3. Marking samar diperbolehkan masuk kelas Free Marking apabila dapat memenuhi 2 syarat, yaitu :

– Samar berdasarkan tingkat kepekatan hitamnya

– Samar berdasarkan bentuk markingnya

4. Marking di kepala dan di ujung pangkal ekor tidak dihitung sebagai marking

5. Peraturan marking di atas dilihat walaupun hanya salah satu sisi badan

PERATURAN-PERATURAN

A. Fatal ( ikan tidak masuk nominasi ) apabila :

– Mulut yang terbuka lebar dan bibirnya tidak dapat bergerak sama sekali

– Tutup insang yang terbuka besar ( sampai terlihat warna merah pada bagian dalam insang apabila dilihat dari samping )

– Hilangnya bagian bibir lebih dari 25% dan terlihat jelas

– Sirip ekor hilang 50%

– Sirip punggung / sirip bawah hilang 25%

– Sirip dada / sirip dayung yang salah satu sisinya hilang 50%

– Mata yang salah satu sisinya lebih kecil 50% bila dibandingkan sisi lainnya

– Organ yang menyimpang 50% dari fungsinya

– Ikan yang berwarna hitam, sakit, stress atau akibat “ Faktor Lain” sehingga sangat mempengaruhi penampilan ikan tersebut

B. Pengurangan nilai sebanyak 5% dari total nilai per ikan apabila :

– Bibir miring tetapi tidak berpengaruh terhadap posisi muka ikan

– Posisi mata tidak seimbang antara kiri dan kanan

– Tutup insang tidak seimbang

– Tutup insang ada lipatan ( pemotongan ini hanya berlaku di kelas C dan B )

– Pangkal ekor naik atau turun

– Tulang sirip yang masih terlihat bekas patah

– Tulang keras di atas punggung dan di bawah perut hilang 1 ruas

– Sirip atas dan bawah yang pertumbuhannya tidak normal masuk ke bagian ekor di atas 20% dari       komposisi ekor

– Abses yang terlihat jelas karena bekas suntikan

– Ekor dan sirip yang transparan

– Ekor yang menguncup sehingga membuat gaya berenang ikan tidak enak dilihat

– Berbagai penyakit yang sakitnya belum parah

C. Pengurangan nilai sebanyak 20% dari total nilai per ikan apabila :

– Muka miring

– Mulut yang terbuka terus tetapi bagian bibir masih bisa bergerak sedikit

– Bagian bibir yang hilang

– Mata besar sebelah

– Bekas lubang Hole in The Head yang besar

– Bodi yang bengkok atau melengkung atau patah

– Pangkal ekor yang bengkok atau patah atau melintir

– Tulang keras di atas punggung dan di bawah perut yang hilang lebih dari satu ruas

– Berbagai penyakit yang tingkatnya sudah parah

Pemilihan ikan Champion berdasarkan keistimewaan dan penampilan ikan terbaik

Grand Champion : ikan Size A dan All Size

Young Champion : Ikan Size B

Baby Champion : ikan Size C

Sebagai patokan ikan louhan kamfa baik sesuai kriteria lomba (P2LI), diantaranya:

Singkatnya, kesimpulannya adalah: F1 kamfa adalah anakan dari indukan yang tidak memiliki hubungan darah atau sangat jauh kekerabatan F2 kamfa adalah anakan dimana orang tuanya bersaudara F3 kamfa adalah anak dari anakan F1 sampai dengan F3.

F3 dapat dilakukan dengan beberapa alternatif yaitu – Ibu (F1) x Anak (F2) – Ayah (F1) x Anak (F2) – Kakek (F0) x ​​Cucu (F2) – Nenek (F0) x ​​Cucu (F2) Bisakah Kita Lihat Kamfa A dan Kamfa B Di Sini Sudah Jadi Kakek Nenek.

F2 “Second Filial Generation” adalah generasi kedua hasil perkawinan dari generasi pertama berbakti (F1) atau sekedar kawin keturunan (F1) x anakan (F1) atau orang tua dari ayah atau ibunya (F0) x ​​anakan (F1 ). Tujuannya untuk melokalisasi gen sifat unggul seperti mutiara atau jenong. Pada akhirnya diharapkan tercapai keseragaman. Hanya saja akibatnya keturunan tersebut biasanya rentan bahkan ada yang mengalami kecacatan akibat kawin sedarah.

Itulah mengapa garis darah pada louhan sangat penting karena walaupun louhan mungkin tidak terlihat bagus tetapi karena trahnya yang super, sangat mungkin sifat super tersebut akan diteruskan kepada anaknya kembali. sangat diminati.

Anak anjing ini sudah memiliki ciri kamfa A dan kamfa B meskipun ada yang muncul secara fisik (gen dominan) dan ada yang tidak muncul (resesif). Misal kamfa A memiliki bola sebesar bola, maka anak anjing yang memiliki gen dominan untuk jenong tersebut juga akan berukuran sebesar bola. Untuk yang resesif, gen ini tidak muncul atau secara fisik dia tidak sebesar bola. Tapi gen ini akan diturunkan kepada sang anak.

F1 dalam genetika ikan louhan kamfa ini adalah “First Filial Generation” atau bisa disebut silsilah persilangan pertama. Yang mana generasi ini merupakan hasil persilangan antara dua induk ikan atau mereka yang tidak berkerabat atau sangat berjauhan. Jadi singkatnya, kamfa F1 adalah turunan dari kamfa A x kamfa B dimana kamfa A dan B tidak berhubungan dengan darah.

F0 adalah ikan hasil tangkapan liar. Louhan kamfa tentunya tidak ada di alam liar karena merupakan hibrida. Jadi untuk ikan louhan kamfa ini, anggap F0 adalah Kamfa A x kamfa B yang tidak ada hubungannya dengan darah. Dari hasil perkawinan ini akan muncul seorang anak atau disebut juga F1.Tujuannya untuk mereduksi / menggabungkan sifat-sifat unggul pada Kamfa A dan Kamfa B

Banyak penjual louhan yang menjual produk ikan kamfa miliknya dengan label kamfa F1, F2 dan F3. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan F1, F2 dan F3? F ini adalah singkatan dari Filial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *